Alasan mengapa Cile bisa menang Copa America

14-cile-copa-america

Eduardo Vargas

Uruguay punya Luis Suarez tahunb 2011. Brasil bergantung pada Robinho dan Julio Baptista di tahun 2007, dan Adriano pada tahun 2004.

Setiap pemenang Copa terbaru mendapatkan berkat dengan satu pemain yang muncul untuk menentukan pertandingan dengan gol-gol penting.

Raturo Vidal disiapkan untuk menjadi figure tersebut bagi Cile dengan tiga gol dalam pertandingan fase grup. Tetapi ketika sentuhan dari pemain subur Juventus ini hilang, Eduardo Vargas maju.

Penyerang Napoli ini juga muncul sejak fase pertama, mencetak gol bersama Vidal menghadapi Ekuador dan Meksiko untuk membantu timnya berada di peringkat pertama grup.

Kemenangan perempat final yang menegangkan menghadapi Uruguay diikuti oleh ujian teberat Cile dalam turnamen ini, dengan Peru yang terus mendobrak mereka, meski dengan kekurangan satu pemain setelah dikeluarkannya Carlos Zambrano.

Akan tetapi, dengan kurang dari setebngah jama tersisa, Vargas membangkitkan seluruh Estadio Nacional dengan tembakan jarak jauh yang menaklukan Pedro Gallese. Memantul atau tidak, ini merupakan usaha yang ditakdirkan masuk jadi gol.

Empat golnya membawa dia menjadi pencetak gol terbanyak dengan satu pertandingan tersisa. Dan jelang satu pertandingan terakhir itu, tidak ada pemain yang lebih percaya diri dibandingkan dia.

Jorge Valdivia

Vargas dan Vidal mungkin sudah jadi sorotan bagi tuan rumah, tetapi pemain menyerang plaing penting mereka justru belum mencetak satu gol pun.

Jorge Valdivia merupakan figure terbaik saat ini, perwakilan nomer 10, sering kali bisa membuat tim mereka bermain seperti 12 orang atau 10 orang.

Tetapi ketika tampil di performa terbaik, dikelillingi oleh pemain dan dipercayakan dengan tanggung jawab yang tepat, dia tidak bisa dihentikan. Di Copa America 2015, tidak ada pemain yang lebih kreatif dari dia.Sekedar informasi dari Casino Sbobet bahwa dengan adanya Chile juara maka pasar taruhan terkejut karena menjagokan Argentina sebagai juara .

Dia membuat peluang bagi dirinya sendiri dan rekan setimnya, tidak hanya dengan frekuensi dan akurasi yang luar biasa dari umpannya saja, tetapi dengan kemampuannya untuk memanipulasi momentumnya sendiri untuk mengelabui pemain bertahan. Sosok yang sempurna untuk kekuatan tim nasional Cile.